Press "Enter" to skip to content

Karangan Bunga Menghiasi Rumah Argopuro, Mahasiswa UGM Tewas Ditabrak

admina 0

Atmosfer rumah duka milik Argo Ericko Achfandi di daerah Cilodong, Depok, Jawa Barat, terlihat sunyi pada hari Selasa (27/5) pagi.

Wangi bunga menguar dengan lembut dari rangkaian bunga yang tersusun rapi di hadapan rumah sampai ke halaman bagian dalam. Pesan kesedihan tersebut datang dari sahabat-sahabat Argo di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, beberapa organisasi kampus, hingga Walikota Depok Supian Suri.

Tangkai bunga tersebut turut menyaksikan kesedihan mendalam akibat kehilangan Argo, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), yang meninggal setelah tertabrak kendaraan BMW pada Sabtu (24/5) dini hari di Jalan Palagan, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Mobil itu dikemudikan oleh Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan, seorang mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pantauan

ITNews

Di tempat pemakaman jenazah, lingkungan di sekelilingnya cukup sunyi. Meskipun demikian, keluarga pengunjung serta sahabat-sahabat Argo sudah mulai berdatangan sejak beberapa hari yang lalu.


ITNews

sempat bertukar pikiran sejenak dengan Keffa, saudara laki-laki dari almarhum Argo. Dia menyampaikan bahwa keluarganya belum bersedia untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kamilah yang masih meratapi duka, Mohon maaf sekarang belum dapat diajak wawancara,” kata Keffa dengan lembut.

Namun, Keffa menceritakan bahwa mayat Argo sudah dikuburkan pada Minggu (25/5) kemarin di Jakarta.

“Dia dikuburkan bersama bapak kita,” lanjutnya.

Keffa pun menyebutkan bahwa barulah pada hari ini keluarga dapat mengambil istirahat setelah beberapa hari berturut-turut mendapat kunjungan dari sahabat-sahabat Argo serta rekannya di universitas.

“Mulai dari minggu kemarin, beberapa sahabat Argo sering mengunjungi rumahku dan membuatnya sedikit ramai,” jelas Keffa.

Sekadar laporan sebelumnya, penyelidikan yang sedang berlangsung melibatkan Christiano tetap menjadi fokus kepolisian. Hingga saat ini, Christiano belum dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

“Bukan (tersangka),” ujar Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Mulyanto, di kantornya, pada hari Senin (26/5).

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan laporan kepolisian, Christiano tidak terdeteksi mengonsumsi alkohol ataupun obat-obatan terlarang.

“Menanggapi laporan yang telah menyebar mengenai dugaan tersebut, yakni jika sang supir dalam keadaan mabuk, saya ingin menyatakan bahwa tes urin bagi si pengendara tidak memperlihatkan adanya zat alkohol atau obat-obatan terlarang,” ungkapnya.

Christiano pun belum diadili oleh polisi. Kondisinya saat ini tetap berstatus melapor secara berkala sementara proses investigasi sedang berlangsung.

“Untuk sementara waktu, kita belum menahankan sopir BMW karena kita, secara khusus, masih dalam tahap investigasi,” jelas dia.

Pada hari Senin (26/5), teman-teman Argo dengan simbolik menyelenggarakan doa bersama di hadapan patung Dewi Keadilan yang berlokasi di depan kampus FH UGM.

Satu persatu mahasiswa meletakkan bunga di bawah patung. Sebagian dari mereka terlihat menitikkan air mata tidak dapat menahan kesedihan akibat kepergian Argo.

Ahmad Ridha Pallaka (19), sahabat satu angkatan dengan Argo, menyampaikan bahwa dirinya bersama teman-temannya berkumpul guna memperingati pergianya Argo.

“Kita memperingati hari meninggalnya sahabat kita, Argo, pada hari ini. Sahabatku, sahabat satu angkatan kita,” ujar Ridha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *