Press "Enter" to skip to content

Guru SMP di Korsel Dilaporkan meninggal setelah Menghadapi Keluhan Berkelanjutan dari Keluarga Siswa

admina 0

News IT

– Guru laki-laki dari sebuah SMP di Pulau Jeju, Korsel, dinyatakan meninggal dunia di sekitar area sekolahnya pada hari Kamis dini hari (22/5).
Guru itu dikabarkan mengalami tekanan dan komplain terus-menerus dari keluarga murid tertentu, hal ini pada gilirannya memicu investigasi oleh kepolisian serta pihak-pihak berwenang di bidang pendidikan.
Mengikuti laporan dari Kepolisian Jeju dan Dinas Pendidikan Provinsi Jeju, mayat seorang guru yang berumur sekitar 40 tahunan diperkirakan ditemukan pada waktu 00.46 malam oleh petugas setempat di lokasi dalam bangunan sekolah tersebut.
Menurut laporan Korea Times, sang guru sudah mengabdi di sekolah itu selama lebih dari dua dekade.
Pencarian diluncurkan sesudah istrinyamenemukan pesan bunuh diri di tempat kerja staf sekolah dan mereka pun melapor ke pihak berwajib tentang kepunyaannya yang menghilang.
Nantinya petugas kepolisian mengenali mayat tersebut ketika sedang melaksanakan pencarian di area sekolah.
Otoritas percaya bahwa guru itu sedang menghadapi tekanan besar karena adanya komplain bertubi-tubi dari salah satu keluarga murid di kelasnya.
Ia sudah membagi petunjuk ke pada murid itu, yang kerap bolos dari sekolah.
Tetapi, keluarga murid-murid itu menimbulkan berbagai macam protes ke arah sekolah serta dinas pendidikan Provinsi.
Berdasarkan wakil dari sekolah, orang tua itu pun telah menelepon guru bersangkutan menggunakan nomor telepon pribadi mereka.
Keluarganya berkali-kali mengkritisi perilakunya dan menyebutkan bahwa dia telah melancarkan tindakan kekerasan lisan terhadap mereka.
Kepolisian tengah menginvestigasi penyebab kematiannya, dan di samping itu, dinas pendidikan setempat juga sudah memulai investigasi tersendiri tentang situasi yang berkaitan dengan insiden ini.
Berita tersebut telah melahirkan amarah dan kekecewaan dalam masyarakat pendidikan Korea Selatan, dengan berbagai organisasi guru merilis pernyataan mendesak untuk dilakukan investigasi menyeluruh.
“Pembongkaran detail perselisihan pendidikan serta bebannya secara psikologis pada para korban wajib diberitahukan,” ujar Cabang Serikat Guru dan Pejabat Pendidikan Korea di Jeju dalam suatu pengumuman.
Federasi Asosiasi Guru Korea serta Federasi Asosiasi Guru Jeju pun menyuarakan kritik mereka terhadap kejadian itu.
“Benar-benar menyedihkan dan runtuh, mendengar kabar buruk tersebut hanya beberapa hari setelah perayaan Hari Guru,” ungkap mereka.
Mereka menuntut agar otoritas pendidikan serta aparat penegak hukum melaksanakan investigasi menyeluruh dan menerapkan langkah-langkah sesuai.
Kepala Sekolah Pendidikan Jeju Kim Kwang Soo menyampaikan dalam suatu pernyataan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menindakan semua langkah yang memungkinkan guna mencegah insiden serupa terulang kembali di lingkungan belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *