Press "Enter" to skip to content

5 Cara Menyapa Anak agar Taat tanpa Perlu Dilakukan Teriakan

admina 0


News IT

–Sebagai orangtua, kami semua tentu pernah merasakan lelah ketika harus menyampaikan instruksi yang sama berkali-kali.

Semakin parah, nada yang mulanya halus perlahan-lahan berubah jadijeritan. Perasaaannya sungguh frustriasi, bukan disebabkan oleh perilaku anak yang bandel, tetapi seperti mereka sama sekali tak mengindahkan apa pun.

Akan tetapi, sesungguhnya rahasia membuat anak mendengar bukannya dengan meningkatkan volume suara atau memberikan ancaman, melainkan dengan mengerti bagaimana otak mereka berfungsi dan bereaksi.

Emma Hubbard, seorang ahli terapi occupational untuk anak-anak, di saluran YouTube-nya, mengungkapkan lima cara mudah yang dapat membantu anak mendengar dengan baik tanpa menyebabkan orangtua kehilangan ketenangannya.

Cara ini tak sekadar efisien, tetapi juga meningkatkan hubungan di antara orangtua dan anak. Di bawah ini adalah petunjuk-petunjuk serta bagaimana menerapkannya sehari-hari:

1. Sambungkan Hubungan Sebelumnya

Seringkali anak-anak tenggelam di alam semesta pribadi mereka ketika asyik bermain, menonton televisi, atau berkonsentrasi pada hal-hal yang disukainya. Pada keadaan demikian, kata-kata orangtua mungkin tidak tersentuh oleh pendengaran mereka sama sekali.

Penyelesaiannya: mendekati anak, berdiri sejajar dengan tingkat pandangan mereka, menyentuhnya secara perlahan, serta memanggil nama mereka. Kemudian tunggu sampai mereka melihat ke arah Anda. Kontak mata tersebut merupakan indikasi bahwa hubungan telah dibuat, setelah itu barulah Anda dapat memberitahu apa yang ingin disampaikan.

2. Sesuaikan Petunjuk Berdasarkan Tahap Perkembangan Anak Anda

Bayangkan otak anak sebagai sebuah papan tulis kecil; bila diisi terlalu banyak informasi, maka hal itu dapat membuatnya menjadi padat dan memusingkan. Karenanya, petunjuk sebaiknya disesuaikan sesuai dengan tahap perkembangan serta kemampuan otak mereka.

Berikut panduan singkatnya:

18 bulan: satu perintah mudah.

2 tahun: dua arahan yang berhubungan satu sama lain.

3 tahun: dua perintah yang tidak berhubungan.

5 tahun: tiga petunjuk yang tidak berhubungan.

Berikan petunjuk dengan ringkas, tegas, dan menggunakan bahasa yang bersifat positif. Hindari penggunaan kata “tidak” atau sejenisnya. Sebagai contoh, alih-alih berkata “Jangan berlarian!”, lebih baik sampaikan “Melakukan perjalanan santai saja.”

3. Tunjukkan Kesabaran Anda

Sesudah memberikan instruksi, berilah kesempatan pada anak untuk mengerti. Bacalah angka dari satu hingga sepuluh di pikiran Anda. Anak-anak memerlukan antara tujuh hingga sepuluh detik untuk menangkap informasi, menyusun rencana, serta mulai melakukan tugas tersebut.

Menjaga kesabaran saat menunggu adalah pilihan yang jauh lebih efisien daripada terus-menerus mengulangi permintaan atau meningkatkan volume suaramu.

4. Sorot Hal Positif

Setelah anak menyelesaikan tugasnya, beri penghargaan khusus. Jangan hanya mengatakan “Keren!”, tetapi jelaskan dengan tepat apa yang telah mereka kerjakan dengan baik.

Misalnya: “Keren sekali, kau telah menyimpan semua blok itu ke dalam kotak!” Puji-pujian semacam ini memberi anak perasaan dihargai, memahami hal-hal positif yang mereka lakukan, serta mendorong mereka untuk melanjutkan perilaku tersebut.

5. Bantu Jika Diperlukan

Apabila anak masih belum memberikan respons setelah mengikuti tahapan-tahapan tersebut, kemungkinan besar mereka memerlukan dukungan tambahan.

Ulangi petunjuk dengan cara yang lebih mudah dimengerti, dan bantulah secara fisik kalau diperlukan. Sebagai contoh, ketika si anak ragu untuk memakai pakaian, bantu mereka langkah demi langkah: “Mari, kita kenakan bersama-sama. Hebat, kaki Anda sudah masuk melalui celana!”

Tentu saja, tidak setiap harinya akan berlangsung dengan mulus. Anak-anak juga memiliki masa ketika perasaan mereka sedang kurang baik.

Namun, dengan menekuni kelima tahapan ini secara rutin, Anda tidak hanya dapat membantu anak menjadi pendengar yang lebih baik, tetapi juga menciptakan ikatan yang erat, dipercayai, serta rendah konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *