Press "Enter" to skip to content

7 Tingkah Laku Anak Dalam Pola Asuh Orang Tua Pasif-Agresif, Apakah Anda Melewatkan Hal Ini?

admina 0


Internet dan Informasi

Masa kecil merupakan landasan krusial untuk pembentukan karakter individu. Cara pengasuhan yang dialami seorang anak akan menetapkan bagaimana ia berteman dan berhubungan dengan lingkungannya di masa depan. Ironisnya, tidak seluruh metode pengasuhan bersifat inklusif atau mendukung.

Salah satu model pengasuhan yang dapat memberikan dampak signifikan adalah pendekatan pengasuhan pasif-agresif. Menurut informasi dari geediting.com pada hari Sabtu (19/4), anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua dengan gaya ini cenderung mengembangkan tingkah laku tertentu secara tidak sadar.


1. Komunikasi Tidak Langsung

Anak-anak yang diasuh oleh orangtua dengan gaya komunikatif pasif-agresif umumnya merasa sulit dalam berbicara jujur dan terbuka. Mereka lebih condong ke arah penggunaan sindiran, nada sarkastik, hingga membisu saat ingin mengekspresikan penolakan atau emosi marah. Kebiasaan tersebut berkembang lantaran mereka mendapat pelajaran bahwa ungkapan perasaan secara langsung bisa menjadi hal yang riskan atau dapat memicu perselisihan tak sehat.


2. Sulit Mengungkapkan Kemarahan

Menyuarakan rasa marah merupakan bagian alami dari pengalaman manusia, tetapi bagi seseorang yang dibesarkan oleh orangtua bersikap pasif-agresif, ini dapat menjadi suatu kesulitan tersendiri. Bisa jadi mereka akan mematikan atau membantah perasaan marahnya sendiri, atau malah menyembunykannya dalam bentuk tingkah laku pasif semisala merengek untuk tidak melakukan sesuatu atau pura-pura ‘lupa’. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh sikap penalti atau kelak ketersinggungan yang dialaminya ketika berusaha ekspresikan kemarahannya pada masa kanak-kanak.


3. Takut Konfrontasi

Orang yang dibesarkan oleh orang tua pasif-agresif biasanya berusaha menghindari konfrontasi. Rasa cemas dan ketidaknyamanan bisa timbul saat harus menyelesaikan perselisihan atau diskusi terbuka tentang masalah tertentu. Ini karena pada masa lalu, interaksi dengan orang tuanya mungkin jarang dilakukan dalam cara yang sehat dan produktif.


4. Usaha Berlebihan untuk Memuaskan orang lain

Agar terhindar dari perselisihan atau penolakan, seseorang yang tumbuh di lingkungan pasif-agresif cenderung mencoba meraih pujian orang lain secara konsisten. Mereka bisa mengalami kendala saat harus berkata “tidak” dan sulit membatasi hubungan mereka dengan alasan khawatir akan mengecewakan ataupun menjengkelkan orang lain.


5. Terlalu Menganalisis Situasi

Karena komunikasi di lingkungan keluarga pada masa kecil mereka kurang jelas dan dipenuhi dengan pesan tersirat, individu tersebut cenderung memeriksa setiap situasi dengan teliti berlebihan. Mereka mungkin berusaha menafsirkan pemikiran orang lain atau mencari arti sembunyi dari tiap pertukaran, hal itu dapat mendatangkan tekanan serta rasa khawatir.


6. Pertempuran Melalui Martabat Diriku

Gaya pengasuhan pasif-agresif umumnya menghancurkan rasa percaya diri si anak. Anak-anak bisa jadi mendapatkan pesan-pesan negatif lewat cara-cara terselubung atau permainan emosi, sehingga merasa kurang bernilai atau tak sebaik orang lain. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkannya terus-menerus bersua dengan gangguan kepercayaan diri hingga tumbuh menjadi dewasa.


7. Perfeksionisme

Banyak individu yang dibesarkan oleh orangtua bersikap pasif-agresif cenderung membentuk perilaku perfeksionis sebagai cara menangani situasi tersebut. Mereka mungkin berpikir bahwa kesempurnaan adalah standar agar dapat diterima atau terhindar dari celaan orangtuanya. Sikap itu bisa memicu stres ekstra serta ketakutan gagal dalam diri mereka.

Walau sikap-sikap tersebut mungkin tak terasa, namun perlu diketahui dan dimengerti. Melalui pengenalan asal-usul dari tingkah laku ini, mereka yang besar bersama orangtua-pasif agresif bisa memulai proses penyembuhan trauma masa kecil serta merintis jalan menuju komunikasi dan interaksi sosial yang lebih baik. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *