ITNEWS
– Kodam Jaya/Jayakarta menegaskan telah melakukan penjelasan langsung dengan Komandan Kodim (Dandim) 0591/Jakarta Pusat (Jakpus), Letkol Infanteri Harry Ismail. Dari kejelasan tersebut terkuak salah satu sebab Surat yang ditulis oleh Letkol Harry kepada Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) adalah untuk mendukung temannya.
“Bapak Arie Kurniawan merupakan teman dekat dari Dandim 0501/JP,” ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya/Jayakarta Kolonel Czi Anto Indriyanto ketika dimintai konfirmasi pada hari Rabu (28/5).
Dalam penjelasannya, Kolonel Anto menegaskan bahwa surat itu ditulis tanpa niat untuk campur tangan atau menghindari tanggung jawab terkait kepabeanan. Ia menjelaskan pula bahwa semua barang milik Arie Kurniawan akan dicek secara detail oleh pejabat Bea Cukai di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Surat itu ditujukan ke petugas kepabeanan di Terminal 3 Bandara Soetta guna meminta dukungan karena putra Bapak Arie Kurniawan tengah mengalami penyakit,” terangnya.
Tersebar sebelumnya lewat surat yang dikirimkan ke Bea Cukai di Terminal 3 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam hal ini, Letkol Harry mengajukan permintaan dukungan. Alasan utama permohonannya didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017. Selain itu, ada juga rancangan tugas Kodim 0591/Jakpus bersama dengan kolaborasi antara TNI, Bea Cukai, dan Imigrasi.
“Berdasarkan alasan tersebut, pengajuan bantuan disampaikan ke petugas Bea Cukai mengenai barang-barang milik penumpang pesawat Emirates bernomor penerbangan EK 358 dari Dubai ke Jakarta atas nama Bapak Arie Kurniawan,” demikian tertulis dalam surat itu.
Pada poin selanjutnya, Letkol Harry mengungkapkan bahwa benda-benda tersebut adalah barang titipan oleh-oleh untuk keluarganya yang dia belikan dari luar negeri. Daftar item-item ini meliputi jam tangan, beberapa tas, mantel, serta berbagai perkakas kecil seperti hiasan lemari es sebagai kenang-kenangan.
Surat bernomer B/169/V/2025 tanda tangannya milik Letkol Harry. Akun X @Pandugaid memposting surat ini dan mendapat banyak respons dalam bentuk komentar. Tidak hanya itu, jumlah pandangan video dari postingan tersebut juga mencapai lebih dari 256 ribu kali. Beberapa pengomentar merasa prihatin serta memberikan kritik terhadap isi suratnya.
Akibat kegaduhan seputar surat tersebut, Kodam Jaya/Jayakarta kemudian membuka dan memeriksa isi suratnya. Kapolda Kodam Jaya/Jayakarta, Kolonel Czi Anto Indriyanto, menjelaskan bahwa dokumen tersebut ditulis tanpa niat campur tangan dalam urusan apa pun atau untuk menghindari tanggung jawab terkait bea masuk.
