Press "Enter" to skip to content

Ancaman Tarif Trump: Bagaimana Dampaknya pada Neraca Perdagangan RI?

admina 0


News Info

, JAKARTA — Menurut kesepakatan dari 15 ahli ekonomi yang dikumpulkan oleh Bloomberg, proyeksi rata-rata atau mediannya untuk surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan Maret tahun 2025 diperkirakan mencapai US$2,9 miliar.

Walau mencatat kelebihan, angka ini masih di bawah capaian neraca perdagangan pada Januari 2025 yang tercatat sebesar US$3,12 miliar.

Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan bahwa prediksi penurunan nilai neraca perdagangan tersebut sejalan dengan pola musimnya.

Faisal menyatakan bahwa dalam sejarahnya, kegiatan eksportasi dan impor cenderung menurun di akhir bulan Ramadhan dan masa Lebaran dikarenakan adanya cuti yang cukup lama.

Hari terakhir Ramadan jatuh di bulan Maret untuk tahun ini. Karena alasan tersebut, Faisal yakin bahwa akan ada pengurangan dalam ekspor dan impor selama bulan lalu.

Permasalahannya, penurunannya diprediksi bakal lebih drastis dibanding periode-periode sebelumnya. Salah satunya disebabkan oleh meningkatnya konflik perdagangan pasca Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif balasan terhadap para mitranya yang mencakup juga Indonesia.

“[Maka] pasar pun cenderung merasakan tekanan akibat adanya prediksi tentang keputusan yang akan diambil oleh Trump meskipun pada Maret lalu dampaknya belum begitu dirasakan, namun dari segi permintaannya [demand], hal tersebut umumnya sudah mulai nampak,” penjelasan Faisal untuk ini.
Bisnis
, Minggu (20/4/2025).

Di luar beban yang ditimbulkan oleh masalah ekonomi global, orang tersebut yakin bahwa pengurangan angka perdagangan luar negeri juga disebabkan oleh tekanan dalam negeri.

Dia mencatat bahwa kemampuan pembelian publik tengah merosot, yang pada gilirannya berdampak terhadap kebutuhan atas barang-barang impor seperti peralatan rumah tangga, mesin-mesin produksi, alat-alat pendukung, serta material dasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) direncanakan akan merilis hasil neraca perdagangan Indonesia untuk bulan Maret 2025 pada hari Senin, tanggal 21 April 2025 mendatang.

Mentri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya telah mengingatkan tentang potensi dampak penerapan tarif resiprokal oleh Trump yang bisa membuat persaingan Indonesia menjadi kurang unggul dibandingkan dengan negara lain seperti Filipina, Malaysia, Korea Selatan, dan India yang dikenakan tarif lebih rendah.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan betapa vitalnya posisi perdagangan dunia sekarang ini. Ia menceritakan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung telah mengadakan rapat dengan seluruh pihak berkepentingan untuk mendiskusikan baik peluang maupun hambatan yang hadir.

Sebab ini merupakan pertempuran bersama. Ini mesti melibatkan pemerintah dan rakyat bekerjasama.
policy maker
“, terkait dengan pemain utama perekonomian serta cara kita merespons,” ujar Sri Mulyani pada acara Diskusi Nasional Ekonomi yang berlangsung di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *