Press "Enter" to skip to content

BI Rate Dikurangi, Bank Saling Menanti: Siapa yang Pertama Turunkan Bunga Simpanan?

admina 0


ITNEWS.CO.ID – JAKARTA.

Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang meredaikan tingkat suku bunga patokan telah membuka peluang bagi pengurangan suku bunga simpanan. Akan tetapi, perkembangan ini lebih kompleks dari yang terlihat. Terdapat suasana tunda-menanti di kalangan perbankan sendiri sebelum mereka membuat langkah dalam bentuk pemotongan suku bunga simpanan, khususnya pada situasi dimana likuiditas sedikit.

Data yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa tingkat suku bunga simpanan dalam seluruh sektor masih menunjukkan peningkatan hingga bulan April 2025. Peningkatan tertinggi diamati pada jangka waktu satu bulan dan tiga bulan dengan kenaikan sebesar enam pip, yaitu naik ke level 4,84% dan 5,69%, berturut-turut.

Sebenarnya, BI sudah mengurangi tingkat suku bunganya sebanyak tiga kali dalam jangka waktu yang tidak mencapai 12 bulan. Kenaikan bunga acuan terakhir mereka laksanakan pada Mei 2025 dengan angkanya turun menjadi 5,5%.

Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjelaskan bahwa ada kesempatan bagi perbankan untuk mengurangi tingkat suku bunga simpanan. Meskipun demikian, dia memahami bahwa penyesuaiannya tidak dapat berlangsung secara instan.

Purbaya bahkan mengamati adanya fenomena di mana bank-bank tersebut saling menanti-nantikan dalam hal pengurangan tingkat suku bunga simpanan. Menurut dia, jika tak ada bank yang berinisiatif pertama, maka sulit bagi mereka untuk melakukan penurunan suku bungan bersama-sama.

“Mereka bertanya perlukah ada petunjuk tentang tingkat suku bunga yang tepat?” katanya, pada hari Selasa (27/5).

Pada kesempatan tersebut, Purbaya menguraikan alasan terkait keputusan LPS untuk menurunkan tarif jaminan suku bunga sebesar 25 basis poin bagi deposito dalam mata uang rupiah di bank umum serta BPR. Tingkat suku bunganya pun berubah menjadi 4% dan 6,5%, masing-masing.

“Pada masa kini, kita bisa mengatakan bahwa LPS hampir seperti menjadi pengendali tanda tersebut,” jelas Purbaya.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengkonfirmasi bahwa ketika mereka merendahkan tingkat suku bunga simpanan, perusahaan tersebut pasti melihat kondisi pasar secara umum. Dia khususnya menjelaskan bahwa tindakan yang diambil berdasarkan gerakan yang dilakukan oleh beberapa bank utama lebih dulu.

“Kami berupaya bersinchronisasi dengan pasaran khususnya bank-bank besar agar dapat mengurangi tingkat suku bunga deposito,” jelas Lani.

Dia mengatakan bahwa sasaran dari pengurangan suku bunga acuan bank sentral memang bertujuan untuk menekan tingkat suku bunga simpanan. Hal ini dapat memberikan dampak pada penurunan tersebut.

cost of fund


yang selama ini diprotes karena tinggi oleh Lani.

“Bila bank-bank besar diberi dorongan untuk mencapai pertumbuhan kredit yang cepat, permintaan likuiditas pun akan meningkat; oleh karena itu, pengurangan biaya dana mungkin tidak langsung terjadi,” jelasnya.

Selain itu, dia menyatakan bahwa sejak BI meredam tingkat suku bunga acuan pada semester terakhir tahun kemarin, CIMB Niaga sudah memotong tarif penyimpanan minimal 50 point basis. Akan tetapi, Lani menerangkan hal ini tidak banyak membantu untuk tabungan jatuh tempo khususnya bagi badan usaha.

Sejalan dengan ini, Direktur Kepatuhan dari OK Bank Efdinal Alamsyah menyatakan bahwa penurunan pada tingkat suku bunga acuan serta kondisi pasar keuangan dapat memicu potensi pengurangan bunga simpanan di berbagai bank, termasuk juga OK Bank.

Namun demikian, sama seperti para perbankan lainnya, Efdinal menyatakan bahwa hal itu tidak akan berlangsung dengan cepat atau dalam skala besar bersamaan. Sebabnya, ini semua bergantung pada kebijakan likuiditas serta situasi setiap institusi perbankan individu.

“Esfandiar mengatakan bahwa penyesuaian tingkat bunga deposito di OK Bank diprediksi akan berlangsung perlahan selama enam bulan mendatang, bergantung pada situasi likuiditas dan konfigurasi DPDK,” katanya.

Efdinal menyebutkan bahwa suku bunga simpanan di OK Bank memiliki variasi tergantung pada setiap jenis produknya. Yang tertinggi, suku bungan simpanan di OK Bank mencapai angka 6,25%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *