News IT
Jurnalis Al Jazeera Hani Mahmud yang berbasis di Kota Gaza menyampaikan bahwa saat ini wilayah permukiman di utara Gaza telah sepenuhnya ditinggalkan oleh penduduknya.
Pada awal hari ini, daerah tersebut diserang berulangkali oleh pesawat F-16 selama dua jam berturut-turut, sehingga mendorong warga di sekitarnya meninggalkan tenda darurat yang baru-baru ini didirikan setelah harus mengungsi dari rumah serta pengungsian sementara mereka di wilayah utara Jalur Gaza.
Dalam waktu sekitar satu bulan terakhir, penduduk Palestina secara berturut-turut dipaksa mengungsi akibat perintah pengosongan yang diberlakukan setiap harinya. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat di daerah utara Jalur Gaza harus meninggalkan tempat tinggal mereka.
“Kira-kira 14 komunitas di wilayah utara Gaza saat ini telah sepenuhnya ditinggalkan oleh penghuninya. Ini termasuk area yang sebelumnya menjadi tempat bagi tiga pusat perawatan kesehatan penting yang tak bisa digunakan lagi lantaran berada dalam zona tembakan tentara Israel,” katanya.
Serangan udara tersebut sudah mengakibatkan semakin banyak korban dari kalangan warga biasa, dengan dampak hancurnya fasilitas yang nampak di seluruh tempat.
Empat orang mengalami luka ketika pasukan Israel melakukan serangan di wilayah selatan Gaza.
Al Jazeera Arabika (AJA) melaporkan pula bahwa tentara Israel sudah menghujani serangan ke sebuah kemah yang berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi penduduk Palestina tanpa rumah di wilayah al-Mawasi, bagian barat Khan Younis di Gaza Selatan, sehingga minimal dua individu mendapat luka.
Dua individu juga menderita luka-luka usai serangan udara yang dilancarkan oleh pesawat tempur Israel, menghantam suatu area di sebelah utara Kota Abasan al-Kabira yang berdekatan dengan Khan Younis, demikian melaporkan AJA.
Pasukan Israel pun sudah mengeluarkan bom berbobot pada robot yang kemudian diledakkannya di Khan Younis, sesuai dengan laporan dari Quds News Network. Hingga kini belum terdengar adanya korban jiwa.(* )