Press "Enter" to skip to content

Dua Program Studi Terbaru: Wisata dan Perpajakan di Politeknik Negeri Ambon

admina 0


AMBON, News IT–

Politeknik Negeri Ambon (POLNAM) secara resmi meluncurkan dua program studi terbaru yaitu Bidang Pariwisata di Departemen Bisnis Administratif serta Program Studi Perpajakan Keuangan di departemen Akuntansi.

Ketua Departemen Bisnis Perhotelan, Stenly R. Titioka mengungkapkan bahwa usaha POLNAT untuk meluncurkan prodi pariwisata membuahkan hasil yang menyenangkan di awal tahun 2025.

Tunggu panjang selama 17 tahun akhirnya usai setelah keluarnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Republik Indonesia mengenai izin pembukaan Prodi Destinasi Pariwisata dalam Program Sarjana Terapan di Politeknik Negeri Ambon yang ditandatangani tanggal 14 April 2025.

“Kehadiran dari dua Program Studi tersebut tidak diragukan lagi menjadi tanggapan POLNAM untuk mendukung perkembangan Provinsi Maluku di masa depan, yaitu dengan menyediakan tenaga kerja yang langsung dapat digunakan,” ujar Stenly saat ditemui oleh News IT pada hari Sabtu, 24 Mei 2025.

Selain itu, selama beberapa tahun belakangan ini, pendidikan kejuruan telah memperoleh fokus yang signifikan dari otoritas pemerintahan khususnya untuk mencapai tujuan Visi Indonesia Emas pada tahun 2045.

Perihal itu tercermin dalam Peraturan Presiden No. 68 Tahun 2022 yang membahas tentang Kebangkitan Pendidikan Vokasi serta Latihan Kerja Vokasional.

Vokasi pendidikan diharapkan menawarkan program studi ataupun jurusan yang sejalan dengan kemampuan lokal serta permintaan industri.

Tertuang dalam Permendikbudristek 53 tahun 2023, disebutkan pula bahwa dosen di bidang pendidikan vokasi bisa datang dari kalangan profesional yang berpengalaman di sektor bisnis, industri, maupun lapangan kerja.

“Di sisi lain, Provinsi Maluku sudah menentukan empat bidang utama yaitu Perikanan, Perkebunan, Pariwisata, serta Minyak dan Gas di dalam skema pengembangan mendatang. Jumlah pekerja berpengalaman yang cukup diperlukan guna mewujudkan rencana ini. Oleh karena itu, lembaga pendidikan vokasi harus mengubah metode belajar-mengajarnya sehingga lebih relevan dengan keperluan lokal. Adanya Prodi Destinasi Pariwisata dari Program Sarjana Terapan POLNAM adalah contoh nyata perubahan seperti yang disebut,” ungkapnya.

Stenly menjelaskan terdapat empat hambatan utama dalam usaha membangun industri pariwisata di Provinsi Maluku.

Yaitu jarang menemui tempat wisata buatan, tetapi terdapat bermacam objek dan daya pikat wisata baik dari segi alam maupun budaya yang berlokasi di kawasan pertanian desa atau negeri. Sayangnya, pengelolaannya belum optimal; hal ini disebabkan oleh kurangnya tenaga kerja ahli yang mampu memaksimalkan sumber daya tersebut serta minimnya investasi dalam sektor pariwisata.

Menghadapi situasi ini, Prodi Destinasi Pariwisata dalam Program Sarjana Terapan POLNAM difokuskan guna memfasilitasi pembangunan di kawasan pedesaan melalui penguatan kemampuan bidang pariwisata fokus pada pengaturan objek serta atraksi turisme didasarkan pada aspek alam, laut, adat istiadat termasuk seni musik yang dikombinasikan bersama beberapa sector lain seperti agrikultur, nelayanan, makanan ringan, dll. Apalagi provinsi Maluku mencakup total 1.236 desa atau negeri.

Peningkatan kapabilitas profesionalisme dalam sektor pariwisata difokuskan antara lain melalui pengembangan keahlian merancang dan mengelola tempat serta atraksi wisata, mendesain strategi pemasaran digital dan komunikasi usaha, melakukan evaluasi kelayakan bisnis, menganalisis dampak terhadap lingkungan, serta beragam keahlian tambahan sesuai standar kompetensi kerja di Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Program spesifik ini menyoroti konsep perkembangan pariwisata yang didukung oleh desa-desa lokal dan kelompok-kelompok masyarakat setempat sebagai ciri unik utama,” jelasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *