News IT
Pernahkah Anda mengalami kebiasaan memakan lebih banyak makanan saat sedang merasakan cemas atau tekanan? Banyak orang ternyata mengalaminya, dan biasanya hal tersebut terjadi tanpa disadarinya sebagai cara tak sadar untuk menenangkan diri dari stres.
Menariknya, tersembunyi dalam kebiasaan itu, terdapat berbagai sifat psikologis khas yang kerap dimiliki oleh orang-orang tersebut, sesuai dengan pengetahuan ilmiah tentang perilaku manusia. Meskipun demikian, mereka mungkin tak sepenuhnya mengenali hal ini; akan tetapi, fitur-fitur ini cukup berpengaruh pada rutinitas konsumsi makanan mereka.
Menurut Geediting.com pada hari Jumat (23/05), berikut ini merupakan sejumlah ciri-ciri umum yang diperlihatkan individu dengan kebiasaan overeating saat mengalami tekanan.
1. Sangat Peka terhadap Perasaan
Salah satu karakteristik utama adalah mengalami respon emosional yang kuat dalam beragam situasi. Orang-orang ini cenderung mengeksperesiikan tiap perasaan dengan tingkat kedaliman yang lebih signifikan, entah itu rasa sedih, marah, atau bosan.
2. Kesulitan Menjaga Emosi Saat Stres
Orang tersebut selalu bergumul dengan pencarian metode yang aman dan sehat untuk melepaskan atau mengelola stres dalam kehidupannya. Seringkali, makanan menjadi solusi cepat untuk menghilangkan ketegangan atau mendapatkan kenyamanan sesaat ketika pikirannya bergejolak.
3. Perfeksionisme yang Ekstrem dan Sikap Kritis Terhadap Diri Sendiri
Cenderung mereka mensetting harapan yang amat tinggi bagi dirinya sendiri, kadang-kadang melampaui batasan kapabilitas yang masuk akal. Saat tujuan tersebut tak tercapai, hal ini dapat menghasilkan frustasi serta penilaian negatif dari dalam diri, yang pada gilirannya bisa menjadi pemicu overeating atau pola makana berlebihan.
4. Kurang Peka Terhadap Tanda Kelaparan Fisik
Membedakan antara keadaan lapar yang sesungguhnya dengan hasrat emosional untuk mengonsumsi makanan merupakan suatu hal yang sulit baginya. Sebagai akibatnya, mereka bisa jadi akan menyantap makanan tidak lantaran tubuh merindukan asupan gizi, tetapi dikarenai otak sedang berusaha mencari cara keluar dari perasaan buruk tersebut.
5. Cenderung Mengurangi Ekses Negatif
Sebagai gantinya dari menghadapi atau menyelesaikan perasaan tak terpuaskan itu, orang ini cenderung meredam atau menyembunyikan emosinya. Makanan jadi seperti benteng pertahanan atau alat distraksi dari rasa sakit, ketidaknyamanan, atau kekecewaan yang enggan diterima.
6. Berperasaan Tidak Memiliki Kendali Penuh Terhadap Situasi
Seringkali mereka menganggap tekanan atau masalah yang dihadapi ada di luar kontrol mereka, sehingga menimbulkan rasa tidak berdaya. Rasa ini dapat memicu pencarian pengendalian atas hal lainnya, misalnya melalui keputusan tentang jenis makanan yang dipilih.
7. Cenderung mengambil keputusan dengan terburu-buru
Saat menghadapi stres, orang tersebut mungkin lebih condong untuk bereaksi atas hasrat insting tanpa menyimak dampak yang akan terjadi nantinya. Karakteristik spontannya pun dapat mencolok dalam pola makannya, di mana ia dengan cepat mengambil makanan tanpa banyak pertimbangan.
Mengenali karakteristik tersebut dapat membantu kita memahami alasan di balik kenapa beberapa individu cenderung overeating ketika sedang stres, meskipun mereka tidak menyadarinya. Hal ini bukan untuk tujuan penilaian, tetapi justru untuk mengidentifikasi pola perilaku yang umumnya adalah respon terhadap interaksi psikologi dalam diri seseorang yang rumit.
(*)
