Press "Enter" to skip to content

Inilah Cara Cepat Pemkot Balikpapan Tanggapi Banjir

admina 0


ITNews

, BALIKPAPAN –
Pemerintah Kota Balikpapan
Lanjutkan pengeboran di sekitar waduk untuk tindakan cepat dalam menangani banjir.

Namun, perkembangan dari proyek infrastrukturnya yang meliputi konstruksi fisik bendungan sebagai solusi antisipatif terhadap banjir dalam jangka waktu lama di Kota Minyak ini tetap membutuhkan kerjasama antar departemen.

Jen Supriyanto, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase di Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, mengungkapkan bahwa dari keseluruhan target penggalian yang mencapai 60.000 meter kubik, saat ini sudah terealisasi sebanyak 14.000 meter kubik.

“Setelah proses penggalian ini, lanjutan konstruksi [fasilitas bendungan] diharakan bisa ditangani oleh Badan Wilayah Sungai (BWS),” katanya saat berada di Balikpapan, Selasa (27/5/2025).

Mengenai pengadaan tanah, proyek konstruksi sekarang terhenti di sembilan plot lahan yang masih tersedia karena masalah teknis.

Dari keseluruhan lahan sebesar 10 hektare, saat ini sudah ada 9,4 hektare yang berhasil dipbebaskan berdasarkan catatan dari Badan Pertanahan Nasional. Bagian tersisa masih terus diurus melalui proses hukum,” jelas Supriyanto.

Perlu diingat bahwa dana kompensasi atas 9 lahan yang bermasalah sudah disetor ke pengadilan.

Pemerintah Kota Balikpapan menyatakan bahwa tindakan itu memberikan dasar hukum yang solid untuk proses lanjutan dari pembangunan konstruksi.

“Hukusannya, pekerjaan di sektor itu sudah bisa diteruskan karena syarat-syarat pengesahan telah terpenuhi,” jelasnya.

Selanjutnya, Jen menyoroti bahwa proyek pengembangan fisik Bendali tak bisa dipisahkan dari perkembangan Ibu Kota Negara (IKN), yang sudah merombak tata kelola prioritas pembangunan di tingkat nasional.

Supriyanto menyatakan bahwa permintaannya ke Balai Wilayah Sungai (BWS) sudah diserahkan pada tahun kemarin, namun prosesnya terhenti dan belum kunjung terselesaikan sampai saat ini.

“Pertama kali dihadapkan pada hambatan akibat pandemi COVID-19, lalu timbul masalah seputar IKN yang merubah arah prioritas dalam pengembangan infrastuktur,” jelasnya.

Tetapi, ia menyatakan bahwa BWS sudah mengirim tanda-tanda positif dengan menanyakan rincian sejumlah titik pekerjaan untuk menjadi acuan dalam merancang langkah berikutnya.

BWS sudah mengajukan rincian teknis untuk dua lokasi pengembangan, yang meliputi satu area ekstra sebesar 1 hektare dari tanah Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum milik Grand City oleh Sinar Mas, seperti dijelaskannya.

Berdasarkan penelitian yang sudah dijalankan, wilayah dengan luasan 4 hektar direncanakan dapat menampung hingga volume sebesar 120.000 meter kubik air.

Dia menyebutkan bahwa angka tersebut cukup penting karena peran primer dari kolam retensi adalah sebagai wadah sementara yang membantu meringankan peningkatan aliran air ketika hujan lebat.

“Sekarang sebelumnya, arus air di area tersebut hanyalah aliran normal tanpa adanya sistem penyimpanan yang cukup,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *