
PIKIRAN RAKYAT
– Tiap Muslim wajib menjalankan salat lima waktu setiap hari. Untuk umat Muslim yang berdomisili di Jakarta, Bandung, serta Semarang, perhatikan rincian jadwal salat hari ini, 20 April 2025, seperti tertera pada bagian artikel ini.
Jadwal Sholat
Jakarta
Fajr: 04.37
Dhuhr: 11.54
Asr: 15.14
Maghrib: 17.52
Isha: 19.03
Bandung
Fajr: 04.35
Dhuhr: 11.51
Asr: 15.11
Maghrib: 17.49
Isha: 18.59
Semarang
Fajr: 04.23
Dhuhr: 11.39
Asr: 14.59
Maghrib: 17.37
Isha: 18.47
Amalan Bulan Syawal
Ada berbagai ibadah di Bulan Syawal yang mampu memberikan ganjaran spiritual yang besar apabila dikerjakan dengan niati tulus demi kebenaran-Nya. Di bawah ini terdapat beberapa bentuk peribadatan yang boleh dipraktekkan oleh seluruh umat Muslim pada masa mulia tersebut.
1. Berpuasa Selama enam hari pada bulan Syawal
Menjalankan ibadah puasa selama enam hari di Bulan Syawal sama pahalanya dengan memfastingkan diri sepanjang tahun. Ini seperti yang dinyatakan dalam suatu hadits dari Abu Ayub Al-Anshari, bahwa Rasulullah SAW pernah berkata:
Siapa yang berpuasa Ramadan lalu diikuti dengan enam hari dari bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa seumur hidup.
“Siapa saja yang menunaikan ibadah puasa Ramadan kemudian mengikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala seperti telah berpuasa sepanjang tahun.” (Diriwayatkan oleh Muslim dan juga Imam Ahmad dalam versi Hadits dari Jabir).
2. Puasa Senin Kamis
Beberapa hadits menyebutkan bahwa berpuasa di hari Senin dan Kamis adalah salah satu jenis ibadah sunnah yang disarankan oleh Rasulullah SAW. Seperti yang dilaporkan Aisyah radhiyallahu ‘anhā: “Rasulullah SAW sungguh giat dan tekun dalam melaksanakan puasa pada hari Senin dan Kamis.” (diriwayatkan oleh Tirmidzi, An-Nasai, Ibn Majah, serta Imam Ahmad).
Berdasarkan keterangan dalam buku Puasa Senin-Kamis karangan Mahmud Ahmad Mustafa, hari senin dan kamis adalah waktu di mana amalan seseorang dievaluasi. Hal ini diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahuanhu yang menceritakan perkataan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam: “Perbuatan-perbuatan diserahkan untuk diteliti setiap hari Senin dan Kamis; sebab aku berharap agar pekerjaanku dapat dipertimbangkan ketika aku tengah menunaikan ibadah puasa.” (HR Tirmidzi).
Para ahli agama menyatakan bahwa bermaksud berpuasa pada hari Senin dan Kamis yang dikombinasikan dengan bulan suci Syawal diperbolehkan untuk dilakukan. Menyatukan puasa Senin-Kamis dengan puasa Syawal dapat dibandingkan dengan berniat memberi sedekah serta menjalin tali persaudaraan. Apabila seorang individu menambahkan kedua amalan sunnah tersebut dalam ibadahnya, ia akan mendapatkan ganjaran atas keduanya.
3. Puasa Ayyamul Bidh
Satu dari kebiasaan terpuji selama bulan Syawal adalah melaksanakan puasa Ayyamul Bidh yang dijalankan pada tanggal 13, 14, dan 15 tiap bulan menurut kalender Hijriyah.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘As RA, dikatakan bahwa salah satu keunggulan puasa Ayyamul Bidh setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Keistimewaan ini pun ditekankan dalam sebuah riwayat lainnya yang terdapat pada kumpulan Hadis Abu Dawud.
Puasa tiga hari sama dengan puasa seumur hidup.
Artinya: “Berpuasa selama tiga hari dalam tiap bulan sama saja dengan berpuasa sepanjang tahun.” ( HR Bukhari ).
Puasa Ayyamul Bidh termasuk ke dalam ketiganya sebagai sesuatu yang tak pernah dilewatkan oleh Nabi SAW. Seperti yang tercatat dalam hadits Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menitipkan tiga nasihat kepada salah satu sahabatnya, Abu Darda.
Temanku menasehatkan kepadaku tiga perkara yang akan kugunakan sampai akhir hayatku: berpuasa selama tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dengan membaca wirid.
Pesan Rasulullah SAW bagiku ada tiga poin yang kuselami sampai akhir hayatku; puasa selama tiga hari di tiap bulan, melaksanakan dua rakaat shalat Duha, dan menunaikan shalat Witir sebelum terlelap. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
4. Silaturahmi
Bulan Syawal identik dengan kegiatan menyambung tali silaturahmi. Anjuran untuk menyambung silaturahmi disebutkan dalam sebuah hadis dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasulullah menjawab:
Kamu menyembah Allah tanpa mempersembahkan apapun kepada-Nya, menjalankan sholat, memberikan zakat, dan meneguhkan tali silaturrahmi.
Artinya: “Sembahkanlah Allah, jangan sekali-kali melakukan kesyirikan terhadapnya, laksanakan salat, bayarkan zakatmu, serta jagalah hubungan baik dengan keluarga dekat.” (HR. Bukhari nomor 5983)
Di luar pahala yang meliputi kelonggaran nafkah dan penyempurnaan iman individu, menjalin hubungan baik dengan kerabat juga bisa menghindarkan kita dari pelanggaran yang dapat membawa kita menuju siksa api neraka. Ini sejalan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti dikemukakan dalam hadits oleh Abu Bakr.
Tidak ada dosa yang lebih pantas mendapatkan hukuman dari Allah Swt di dunia – bersama dengan apa yang disimpan untuknya di akhirat – seperti perbuatan zalim dan memutus hubungan keluarga.
Artinya: “Tiada dosa yang lebih patut untuk segera dibalaskan hukumannya terhadap penjahat di dunia ini—beserta dosa-dosa lain yang tersimpan baginya pada hari akherat—daripada tindakan berbuat zalim dan memutus hubungan keluarga (terhadap orangtua atau kerabat)” (HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibn Majah no. 4211, shahih).
5. Sedekah
Berbagi rezeki adalah salah satu kebajikan yang disarankan untuk dilaksanakan di bulan Syawal. Meskipun bisa dipraktekkan kapan saja, lebih baik menyumbang dengan cepat sebagai wujud rasa terima kasih atas karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Perbuatan ini amat disayangi oleh Allah SWT, hingga ia memberikan ganjaran dan kebaikan berkali-kali lipat kepada tiap Muslim yang menjalankannya. Melakukan derma menciptakan perasaan belas kasihan yang dalam pada diri kita, menghalau sikap pelit, dan memupuk kesadaran untuk senantiasa mensyukuri nikmat-Nya, sekaligus membuka lebar-lebarnya pintu rejeki dari segala penjuru.
Berbuat sedekah dapat membuka kesempatan rejeki semaksimal mungkin seperti yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Tidak ada yang berkurang dari harta ketika seseorang memberi sedekah.
Artinya: “Menyisihkan sedekah tidak mengurangi kekayaan.” (HR. Muslim no. 2558, dari Abu Hurairah)
Menurut sebuah hadits lain, Asma’ binti Abi Bakr mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada saya:”
Belanjakan atau sebarkanlah, apakah punya air mawar atau tidak, jangan pelit karena Allah akan mencatatnya untukmu, dan jangan menyimpan-simpan pula karena Allah juga akan mengingatkannya pada mu.
Pesan ini berbunyi: “Berilah infak dari harta mu. Jangan pernah kamu pelit atau terlalu cermat dalam menghitungnya. Bila kalian melakukan hal itu, niscaya Allah akan mencabut berkat rezeki yang ada pada diri kalian. Jangan mencegah karunia Allah bagimu. Kalau tidak, Allah pasti akan menyembunyikan nikmat serta rahmat-Nya.”
Berikut adalah jadwal salat hari ini tanggal 20 April 2025 di kota Jakarta, Bandung, dan Semarang, bersama dengan lima sunnah yang disaranankan dalam bulan Syawal. ***
