Press "Enter" to skip to content

Makanan Fermentasi: Kunci Sehat Alami dari dr. Zaidul Akbar

admina 0


UTARA TIMES –

Dalam era di mana kehidupan moderen dipenuhi oleh makanan cepat saji dan proses pengolahan, Dr. Zaidul Akbar berusaha membangunkan kesadaran kita untuk kembali pada cara hidup sehat yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Beliau secara rutin menekankan pentingnya konsumsi makanan fermentasi dalam presentasinya, hal ini diketahui memberi manfaat besar bagi kondisi fisik serta sangat cocok dengan prinsip-prinsip agama Islam.

Memakan makanan yang bergizi adalah salah satu rahasia penting untuk selalu bugar dan berenergi. Memelihara kesejahteraan tubuh tidak hanya bertujuan untuk hal-hal dunia saja, namun juga merupakan sebuah wujud penyembahan dan pertanggungan jawab rohani. Seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW;

“Sebenarnya tubuhmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Bukhari)

Beberapa penelitian mencatat Dr. Zaidul Akbar menyatakan bahwa fermentasi merupakan suatu proses natural yang dapat merangsang kembali aktivitas enzim serta zat-zat gizi di dalam komponen pangan. Metode tersebut bukan saja bertujuan untuk meningkatkan kadar nilai gizinya, namun juga berfungsi membantu percernaan dan menjaga keadaan organ pencernaan agar menjadi lebih sehat.

Dia menyebutkan bahwa makanan fermentasi merupakan jenis pangan yang memiliki probiotik alamiah di dalamnya. Probiotik ini terdiri dari bakteri positif yang amat membantu untuk kesejahteraan sistem pencernaan, imunitas tubuh, serta proses metabolis seluruh badan.

Di luar hanya sebagai anjuran kesehatan, memakan makanan fermentasi juga sesuai dengan prinsip thibbun nabawi (perawatan seperti Rasulullah), yang berfokus pada penggunaan bahan-bahan natural dan mendekatkan diri kepada keaslian penciptaan.

Beberapa contoh makanan fermentasi yang disebutkan oleh dr. Zaidul Akbar di antaranya:

Tempe adalah makanan asli Indonesia yang dihasilkan melalui proses fermentasi biji kedelai. Ini mengandung banyak protein tumbuhan serta probiotik yang baik untuk pencernaan dan kekebalan tubuh. Meski demikian, Dr. Zaidul Akbar merekomendasikan agar memilih tempe tanpa GMO atau produk yang diproduksi menggunakan kedelai alami, bukan hasil modifikasi genetika. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghindari penggorengan saat menyajikan tempe ini.

Hasil pengfermentasian tape bisa didapatkan dari beras ketan atau singkong. Tape memiliki probiotik yang berfungsi untuk memulihkan kondisi perut, menaikan tingkat kecerdasan, serta mendukung kesejahteraan jantung.

Kimchi adalah makanan khas Korea Selatan berbentuk acar sayuran yang telah difermentasi dan ditambahkan rempah-rempah pedas. Kimchi memiliki kandungan probiotik yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna.

Miso serta Natto: Dua produk fermentasi asal Jepang yang dibuat dari kedelai. Kedua makanan ini dipadatkan dengan probiotik sehingga berpotensi memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda.

Hasil fermentasi dari susu kerbau yang telah diperas kemudian disimpan di dalam tabung bambu dan diamkan selama beberapa hari sampai kental dinamakan dadih. Minuman ini merupakan hasil fermentasi dengan kapabilitas untuk menahan pertumbuhan patogen.

Makanan fermentasi ikut menjadi bagian dari jawaban untuk kembali pada cara hidup asli, yakni hidup menggunakan makanan yang diciptakan oleh Allah secara alamiah, sederhana, serta bermanfaat bagi kesehatan. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *