Internet dan Informasi
– Festival Easter senantiasa dimeriahkan oleh adanya telur-telu yang bervariasi warnanya.
Mengapa terdapat telur yang bervariasi warna di tiap peringatan Paskah?
Telur Paskah umumnya didekorasi dengan beragam desain dan corak yang mencolok.
Biasanya, telur Paskah digunakan sebagai dekorasi atau diberikan sebagai hadiah saat peringatan tersebut.
Makna
Apa arti telur di saat merayakan Paskah?
Pada saat Paskah, telur melambangkan kuburan kosong Yesus Kristus serta kebangkitannya dari antara orang mati.
Berdasarkan perspektif orang Kristen, telur melambangkan kebangkitan Yesus dari penderitaannya.
Karenanya, kebiasaan mendekorasi dan menyebarkan telur turut serta sebagai elemen utama dalam festival tersebut.
Sejarah Telur Paskah
Easter eggs berakar pada praktik keagamaan orang Indo-Eropa yang menganggap bahwa telur adalah lambang kesejukan musim semi.
Sejarah asal-usul Telur Paskah bisa ditelusuri kembali ke zaman prasejarah saat telur dipandang sebagai tanda dari kesuburan dan kebangkitan baru.
Menurut sumber di laman History.com, tradisi Telur Paskah mulai berkembang selama masa Mesir Kuno, Romawi Kuno, dan Sumeria.
“Peragaan Penyaliban” atau pemutaran ulang peristiwa penyaliban Yesus Kristus yang terjadi di Filipina. (INT)
Saat itu, telur-telur tersebut didekorasi dengan gambaran atau tatto sebagai peringatan atas musimsemi, periode di mana alam tengah melakukan regenerasi dan memulai tahap hidup yang baru.
Di masa-masa awal Kekristenan, tradisi tersebut sulit untuk dihilangkan lantaran hari Paskah secara tidak sengaja selalu bertepatan dengan awal musim semi.
Pesta menyambut musim semi senantiasa dilangsungkan dengan penuh semangat untuk meringankan kesedihan berpisah dari cuaca dingin.
Tanaman dan bunga mulai berkembang dan mekar, serta atmosfer kegembiraan semacam itu menjadikannya waktu ideal untuk memberikan hadiah.
Bagi-bagi telur di Hari Paskah secara bertahap disetujui oleh gereja bukan hanya sebagai perayaan kedatangan musim semi, tetapi juga sebab telur menggambarkan simbol keberadaan kehidupan.
Dalam sejarah, Telur Paskah juga menjadi alat bagi para penguasa untuk mengeluarkan peraturan dan dekret penting pada abad ke-18 dan ke-19.
Dikutip dari Smithsonian Magazine, Pada awalnya, telur Paskah dibuat untuk memberikan peraturan atau pesan penting kepada rakyat.
Selama masa pemerintahan Kaisar Paul I dari Rusia pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, telur Paskah dihiasi dengan gambar perintah-perintah pemerintah yang ditujukan kepada para pengawal dan pegawai istana, dan kemudian dikirimkan ke tempat-tempat lain sebagai contoh.
Telur Paskah di dalam kepercayaan Kristen mengandung arti yang lebih mendalam.
Dalam agama Kristen, telur memiliki arti spiritual yang mewakili simbol dari batu nisan tempat kuburan Yesus, di mana Dia bangkit untuk menandai kehidupan baru melalui Paskah.
Di samping itu, terdapat alasannya cukup masuk akal untuk menganggap telur sebagai simbol khusus Paskah, yakni sebab pada masa lalu telur termasuk dalam larangan makanan saat Periode Pra-Paskah.
Menurut informasi yang dikutip dari situs Catholic News Agency, telur Paskah sudah berubah menjadi simbol mengenai kemenangan Kristus atas kematian serta hidup baru di dalam Dia.
Dalam keyakinan Kristen, kita diberitahu bahwa kebangkitan Yesus membawa kelahiran kembali untuk seluruh umat manusia, sementara telur Paskah mewakili simbol tersebut.
Sepanjang bertambahnya zaman, kebiasaan merayakan Telur Paskah tersebar di seluruh penjuru dunia dan turut menjadi elemen dalam festival Easter bagi umat Kristiani.
Pada berbagai negara contohnya Rusia serta Bulgaria, telur paskah dilengkapi dengan hiasan-hiasan gaya tradisional. Di tempat-tempat lain semacam Amerika Serikat dan Inggris, penataan telur paskah cenderung mengarah pada pendekatan yang lebih unik dan kontemporer.
Saat ini, Telur Paskah telah menjadi lambang yang signifikan pada masa Perayaan Paskah dan diterapkan dalam aneka bentuk tradisi serta ritual di setiap negara.
Easter eggs sering kali dipilih sebagai hadiah saat merayakan Paska, serta digunakan untuk mendekorasi rumah-rumahan dan bangunan-bangunan gerejawi.
Oleh karena itu, telur Paskah bukan hanya mempunyai nilai rohani yang signifikan, melainkan juga memiliki latar belakang yang kaya dan menggoda sebagai media untuk berkomunikasi dan seni.
Selamat Hari Paskah! (*)
Sumber:
Tribun Toraja