Press "Enter" to skip to content

Menjelajahi Parfum Rempah Nusantara: Solusi Alami untuk Kesehatan Anda

admina 0


jateng.Internet dan Informasi

, SEMARANG – Pendekatan baru terhadap parfum sedang mendapat perhatian dari publik, terutama kalangan remaja.

Lewat
workshop
“Aroma Meditasi” racikan oleh Mega Puspita Sari membawa pemakaian ke dalam suatu petualangan menciptakan parfum dengan bahan utama dari tumbuhan obat serta rempah-rempah asli Indonesia. Tak sekadar memberi kesan harum, campuran ini juga menawarkan manfaat penyembuh bagi pikiran dan tubuh.

“Mistik parfum tersebut kita peroleh dari bahan mentah tumbuhan obat serta rempah-rempah setempat. Lewat metode destilasi, berubah jadi minyak esensial yang memiliki dampak terapeutik, tidak cuma wangi saja,” ungkap Mega, sang pencipta Jumbuh, pasca demikian.
workshop
Di Tekodeko Koffiehuis di Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/4) malam.

Menurut dia, kebanyakan parfum yang tersedia di pasaran cenderung lebih mengedepankan aroma saja tanpa mempertimbangkan aspek kesehatannya. Lewat
workshop
Ini, para peserta diajak untuk mempelajari serta mencampurkan bahan mereka sendiri.
essential oil blend
yang dapat diadaptasi sesuai dengan keperluan kesehatan setiap orang.

“Sebagai contoh, jika terdapat peserta yang mengalami masalah seperti migrain atau GERD, maka formulasi produk akan disesuaikan berdasarkan kebutuhannya,” jelas wanita bernama panggilan Mega Peramu, seorang alumni Fakultas Kedokteran Umum Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta tersebut.

Mega yang saat ini melanjutkan studi Magister dalam bidang Pengobatan Herba di Universitas Gadjah Mada (UGM) sangat menyadari betapa pentingnya memberikan pemahaman kepada kalangan remaja mengenai kegunaan tumbuhan obat asli dari daerah setempat. Dia berharap dapat memperkuat citra ramuan herba sebagai alternatif penyembuhan modern, bukannya sesuatu yang usang, keras rasanya, atau kurang efektif.

“Tanaman obat tersebut dapat dibungkus dengan gaya yang lebih informal dan sesuai untuk penggunaan sehari-hari, bukan perlu dalam bentuk ramuan yang pahit,” jelas Mega si apoteker itu.

Tak hanya parfum,
workshop
Ini juga menampilkan dupa terapeutik. Mega menyebutkan bahwa dupa yang dipakai untuk ritual meditasi ini unggul dibandingkan dengan dupa dagang umumnya, yang seringkali mengandung zat-zat kimia serta material pembakaran kualitas rendah.

“Kami mengunakan kayu gaharu alami, senyawa balsam yang diekstraksi, serta essential oil. Produk ini aman untuk sistem pernafasan dan memiliki manfaat penyembuhan saat dibakar,” jelas Mega.

Mega menyebut bahwa
workshop
Seperti ini akan tetap diadakan guna meningkatkan pengetahuan serta menyambung hubungan antara masyarakat dengan kekayaan alam Indonesia. Tidak hanya itu, beberapa partisipan yang pernah berpartisipasi sebelumnya saat ini telah merintis barisan produk mereka sendiri.

“Saya malahan sangat gembira jika mereka dapat mendirikan usaha sendiri. Telah ada contoh seperti di Salatiga yang bernama Dalem Wangi,” ujar sang adik dari Bisma Kharisma anggota boyband Smash tersebut.

Jumbuh, proyek yang dimulai oleh Mega sejak tahun 2020, lahir dari kekhawatiran personal terhadap ketergantungan pada obat-obatan berbahan kimia. Dengan latar belakangnya sebagai apoteker dan pelajar kedokteran, dia memiliki pengetahuan mendalam tentang struktur tubuh manusia serta kemampuan penyembuhan alami.

Menurut saya, Jumbuh merupakan sebuah petualangan rohani. Di atas segalanya, ini adalah suatu proses yang bersifat batiniah,” katanya.

Menggunakan metode yang menggabungkan pengetahuan ilmiah, insting, serta pemeriksaan mendalam tentang aneka rempah di Nusantara, Mega ingin orang-orang menjadi lebih terbuka untuk memilih solusi kesehatan alamiah, aman, dan komprehensif.

Peserta tampak sangat antusias. Salah satunya adalah Reon Aditya (28) yang menyatakan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya dalam mempelajari cara membuat parfum.
essential oil
murni.

“Umumnya saya membuat parfum sendiri dariصند bezpo
fragrance oil.
Ternyata berbeda ya. Lebih rumit dan melibatkan aspek kesehatan juga. Saya ingin mempelajari lebih dalam. Jika ada kursus lain, Insya-Allah saya akan mendaftar,” ujar Reon.

(wsn/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *