Press "Enter" to skip to content

Mobil Tangguh Hadapi Banjir? Begini Standarnya

admina 0

Perubahan musim di negara ini kini menjadi lebih sulit diprediksi. Hal itu disebabkan oleh frekuensi hujan yang tetap tinggi meski sedang dalam masa kemarau. Kondisi tersebut menimbulkan masalah bagi para pemilik kendaraan karena berbagai jalanan kerap kali tertutup air saat hujan lebat.

Permasalahan utamanya adalah tidak seluruh jenis kendaraan diciptakan dengan kapabilitas melintasi genangan air yang dalam. Mencoba menembus banjir tanpa persiapan dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem mesin. Oleh karena alasan tersebut, sebagian besar individu lebih cenderung memilih menggunakan mobil bertipe Sports Utility Vehicle (SUV) sebagai solusi.

Jenis kendaraan ini lebih handal dalam menghadapi banjir dikarenakan sejumlah faktor. Berikut adalah syarat-syarat dari sebuah mobil yang relatif aman ketika menembus genangan air, asalkan kedalamannya tak melebihi batas tertentu.

1. Ketinggian ground clearance yang besar dilengkapi dengan sistem kelistrikan yang aman dari bahaya

Alasan primer agar mobil dapat melintasi banjir dengan lebih aman terletak pada ukuran ground clearance-nya, yaitu jarak dari permukaan tanah hingga bagian bawah kendaraan. Makin besar angka ini, maka akan semakin berkurang pula risiko air merembes ke dalam area mesin ataupun knalpot. Kendaraan yang memiliki nilai ground clearance melebihi 200 mm umumnya cenderung lebih handal ketika harus menavigasikan genangan air bertingkat sedang.

Berikut alasan mengapa SUV dan pikap double cabin menjadi favorit ketika cuaca hujan tiba-tiba. Sebut saja model seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, atau Isuzu D-Max. Tingginya ground clearance pada desain kendaraannya memastikan ada ruang ekstra di antara permukaan jalan dengan bagian vital mobil tersebut.

Di samping itu, posisi dari sistem listrik juga sangat berpengaruh. Kendaraan yang memiliki kabel serta unit kendali elektronik (ECU) dipasang pada area lebih tinggi dan dilindungi akan mengalami risiko kerusakan yang lebih rendah ketika melewati genangan air. Jika ECU ikut tenggelam, maka mobil dapat langsung mogok total lantaran gangguan pada sistem pengatur mesin tersebut.

2. Jalur udara serta knalpot tidak boleh terlalu rendah

Salah satu elemen penting lainnya yang perlu diperhatikan saat melintasi genangan air adalah lokasi inlet air atau jalur udara menuju mesin. Jika titik ini terletak pada posisi rendah dan menghisap air, hal itu dapat memicu fenomena water hammer, dimana cairan masuk ke dalam ruang pembakaran sehingga merusak blok mesin.

Mobil yang aman melintasi banjir umumnya memiliki jalur udara yang lebih tinggi atau tersegel dengan baik. Beberapa kendaraan off-road bahkan dilengkapi dengan snorkel, sebuah tabung ekstra yang mengarahkan saluran udara hingga mencapai atap mobil. Fitur ini amat berguna untuk memastikan bahwa mobil masih bisa ‘bernafas’ meski berada dalam genangan air yang cukup dalam.

Demikian pula dengan knalpot. Sebaiknya mobil memiliki desain knalpot yang tidak terlalu rendah ataupun tertutup agar air sulit menembus. Jika air berhasil masuk ke dalam knalpot, hal ini dapat menyebabkan tekanan balik dan menghentikan mesin secara tiba-tiba.

3. Sistem kendaraan khusus dan mode 4WD

Mobil-mobil canggih yang dibuat untuk mengatasi tantangan di medan berat umumnya dilengkapi dengan opsi pengemudi tambahan, contohnya “mode basah” atau “modul lumpur pasir”. Fitur-fitur tersebut memodifikasi kemampuan kendaraan ketika melintas di jalanan yang licin ataupun genangan air supaya daya cengkeram roda bisa dipertahankan dan mencegah slip.

Semakin baik jika mobil itu dilengkapi dengan sistem penggerak empat roda seperti 4WD atau AWD. Sistem ini mengalokasikan daya ke semua empat roda secara bersamaan, yang membuat kendaraan menjadi lebih stabil dan tangguh ketika melewati kondisi jalan sulit, bahkan saat satu atau beberapa rodanya tenggelam dalam genangan air.

Jadi, kendaraan yang cocok untuk melintasi genangan air biasanya memiliki ground clearance besar, instalasi listrik yang rapi dan terproteksi dengan baik, serta jalur udara di posisi tinggi. Lebih bagus lagi jika didukung oleh sistem 4WD beserta mode mengemudi spesial. Meskipun begitu, walaupun kendaraanmu telah “siaga banjir”, tetap ada batasan tertentunya. Apabila kedalaman air sudah mencapai titik maksimal, sebaiknya pilihlah rute lain atau menanti hingga arus reda guna menjaga keamanan dan memperpanjang usia kendaraan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *