Press "Enter" to skip to content

Niat Puasa Tarwiyah: Bacalah Bacaan Resmi 8 Dzulhijjah dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan

admina 0


ITNEWS

– Puasa Tarwiyah merupakan salah satu jenis puasa yang disarankan untuk dijalani selama 10 hari awal bulan Dzulhijjah.

Menjalankan ibadah ini bisa membantu untuk melenyapkan kesalahan yang telah dilakukan dalam setahun. Puasa Tarwiyah dipraktikkan pada tanggal 8 Dzulhijjah, yaitu sehari sebelum para peziarah Haji melakukan wukuf di Arafah.

Alasan spesifik untuk berpuasa di Hari Tarwiyah sebenarnya lemah. Namun, argumen mengenai kekuatan puasa Tarwiyah dapat dipertebal dengan merujuk pada hadits yang menganjurkan pelaksanaan ibadah selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Pemberian nama untuk puasa Tarwiyah dan Arafah sangat menarik karena didasari oleh pengalaman spiritual serta perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menyatakan kesetiaan mereka terhadap Allah.

Di malam Tarwiyah atau pada tanggal 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim mengalami mimpi di mana ia diminta oleh Allah untuk menyembelih putranya yang amat dikasihinya, yaitu Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim memikirkannya dengan serius, bertanya-tanya dan meragukan (tarwiyah), apakah mimpi tersebut adalah sebuah perintah dari Allah ataukah ia disesatkan oleh syaitan. Di malam tanggal 9 Dzulhijjah yang juga dikenal sebagai hari Arafah, Nabi Ibrahim menghadapi penglihatan lagi tentang penyembelihan anak laki-lakinya, yaitu Nabi Ismail.

Mimpi serupa muncul untuk kedua kalinya selama dua malam beruntun, Nabi Ibrahim sadar akan hal tersebut (arafah) dan percaya bahwa perintah itu benar-benar berasal dari Allah SWT.

Untuk menunaikan perintah Allah, ia terpaksa mengorbankan putra kesayanganya. Kemudian, ia berbincang tentang hal itu dengan Nabi Ishmael.

ternyata, Nabi Ismail dengan senang hati dan tanpa ragu siap dipotong sebagai bentuk pemaafannya serta kepatuhannya terhadap perintah Allah. Ini sekaligus menggambarkan kesetiaan pula dari Ayahnya, Nabi Ibrahim, yang mentaatinya.

Ketika Nabi Ibrahim berencana untuk menyembelih Nabi Isma’il, pada akhirnya Allah mengekangannya dan menukar target penyembelihan tersebut dengan seekor domba. Tradisi bersedekha atau berkurban pun turut dipraktikkan sebagai salah satu anjuran dalam kepercayaan Islam.

Walaupun tak terdapat bukti yang kuat mengenai puasa Tarwiyah seperti halnya puasa Arafah, namun argumen mendukung kekuatan dan kesesuaiannya masih cukup solid jika kita merujuk kepada hadits Nabi tentang kelebihan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Berikut adalah niat untuk berpuasa pada hari Tarwiyah yang jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah:

Saya berniat untuk berpuasa Tarwiyyah sunnah bagi Allah Taala.

Nawaitu shaumu tarwiyat Sunnah untuk Allah Ta’ala.

Artinya: “Saya berniat berpuasa sunnat Tarwiyah atas kehendak Allah Ta’ala.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *