News IT
Saat ini, penyakit strok sudah tidak lagi terbatas pada usia tertentu. Walaupun seseorang masih muda dan selalu beraktivitas, bahaya strok tetap bisa mengancam.
Contoh kasus seperti suami Najwa Shihab yang mengalami strok walaupun gemar bersepeda menunjukkan bahwa memiliki pola hidup sehat belum tentu selalu cukup.
Sebagaimana yang disebutkan dalam buku ‘Stroke di Usia Muda’ oleh Holistic Health Solution, stroke dapat mengenai siapapun terlepas dari umur mereka, terutama bila tanda-tanda awal serta kebiasaan makannya diabaikan.
Berhati-hati dengan Tanda-tanda Dini Serangan stroke yang Sering Dilupakan
Serangan strok kerap kali terjadi tanpa peringatan dan berkembang dengan sembunyi-sembunyi. Karena alasan tersebut, sangatlah krusial untuk mengidentifikasi ciri-ciri dini dari suatu strok seperti yang disebutkan di bawah ini:
- Kekurangan sensasi atau kehilangan perasaan secara tiba-tiba di area wajah, lengan, atau kaki, terutama di sebelah tubuh tertentu.
- Masalah pengelihatan yang tiba-tiba, seperti melihat hal-hal blur, bercahaya-cahaya, atau kegelapan di salah satu mata.
- Kesulitan dalam mengomunikasikan diri atau menangkap percakapan yang muncul mendadak.
- Rasa sakit di kepalanya sangat kuat dan tiba-tiba, tidak ada sebabnya yang terlihat.
- Merasa pusing atau tidak seimbang, biasanya diikuti oleh tanda-tanda lain seperti kelumpuhan otot atau masalah pada pengelihatan.
Apabila ada gejala yang timbul, langsung mencari bantuan dokter. Penyembuhan dini dan tindakan awal bisa mempertahankan hidup serta mengecilkan potensi cacat.
Makanan Penyebab stroke yang Perlu Dihindari
Tak sadar, berbagai macam makanan yang biasa kita makan setiap hari bisa jadi meningkatkan peluang terkena stroke. Beberapa contohnya ada di bawah ini.
-
Makanan Tinggi Garam
Jangan meremehkan cemilan sederhana ataupun makanan dalam kemasan yang kelihatannya biasa.
Makanan dengan kandungan garam berlebihan, seperti makanan yang diasinkan, bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Ini disebabkan oleh natrium pada garam yang menyebabkan pembuluh darah mengkerut dengan lebih kuat dan secara ujung-ujang meningkatkan peluang terserang stroke apabila dimakan tanpa henti.
-
Makanan Mengandung Lemak Jenuh dan Kolesterol Tinggi
Makanan gorengan, hidangan siap saji, serta kuliner dengan bumbu santan layaknya gulai memang sangat menggiurkan, namun apabila dimakan secara berlebihan bisa jadi membahayakan.
Komponen lemak jenuh serta kadar kolesterol yang tinggi pada beberapa jenis pangan tersebut bisa memicu pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah, akibatnya peredaran darah menuju otak menjadi tertahan.
Ini adalah salah satu penyebab utama stroke yang sering kali disepelekan.
-
Panganan dan Minuman Berkalori Tinggi
Satu gelas minuman berkarbonasi ataupun kudapan manis mungkin kelihatan segar dan memanjakan lidah, namun harus diwaspadai lantaran kadar gula yang cukup tinggi bisa bertambah dan menjadi masalah serius.
Asupan gula berlebih dapat menyebabkan kegemukan dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang pada akhirnya berdampak pada tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah.
-
Hidangan atau Minuman yang Memuat Alkohol
Walaupun banyak yang tidak mengetahuinya, sebagian jenis makanan dan minuman seperti buah durian serta tapai memiliki kandungan etanol secara alamiah.
Apabila dikonsumsi secara berlebihan, zat-zat tersebut bisa mengganggu kesetimbangan tekanan darah dan meningkatkan peluang serangan strok, terutama pada orang-orang yang telah memiliki predisposisi resiko akan hal itu.
Saran Panganan yang Dapat Mengurangi Risiko SeranganStroke
Agar tetap sehat otak dan pembuluh darah, cobalah merombak kebiasaan makanmu dengan lebih banyak menyantap jenis-jenis pangan yang bisa mengurangi peluang terjadinya stroke. Beberapa contohnya ada di bawah ini.
-
Sayur dan Buah-buahan
Sertakan sayuran dan buah-buahan sebagai komponen utama dari makanan sehari-hari Anda. Pilihlah jenis yang memiliki kadar lemak rendah namun tinggi akan kandungan kalium, magnesium, serta kalsium; zat-zat mineral ini sangat berperan dalam mengontrol tekanan darah dengan cara alami.
Di samping itu, serat yang terdapat pada sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk mengurangi tingkat kolesterol. Di waktu bersamaan, vitamin serta antosianinnya berperan dalam memerangi radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh.
-
Ikan dari Laut dan Perairan Freshwater
Memakan ikan dengan teratur, entah itu berasal dari lautan atau perairan tawar, bisa menjadi strategi bijak dalam merawat kondisi jantung serta pembuluh darah Anda.
Kadar omega-3 yang terdapat padanya dipercaya dapat menghambat proses pengerasan arteri (atherosclerosis) dan juga berperan penting untuk mempertahankan tekanan darah agar tetap normal.
-
Tempe dan Kacang-kacangan
Tempe tidak hanya enak dan ekonomis, namun juga memiliki banyak keuntungan. Dalam tempe terkandung protein nabati, asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), serat, serta kalsium yang berkolaborasi untuk mengurangi kadar kolesterol dan tekanan darah.
Kacang-kacangan juga tidak kalah sehat, terutama bila dimakan tanpa menambahkan banyak garam.
-
Susut dan Teh Sebagai Alternatif untuk Kopi
Kopi memang enak, namun bila dikonsumsi dengan frekuensi tinggi bisa menyebabkan kenaikan hormon stres yang berimbas pada tekanan darah.
Sebagai gantinya, coba gunakan susu panas atau minuman herba lainnya. Kedua pilihan ini jauh lebih menenangkan dan bisa membantu tubuh menjadi lebih tenang, sambil juga mempertahankan keseimbangan tekanan darah Anda.
-
Rempah-rempah seperti Kunyit
Jangan meremehkan kekuatan dari dapur! Sebagai contoh, kunyit memiliki kandungan senyawa aktif yang disebut sebagaiPropertyParams
صندキャンペ
curcumin
yang telah dibuktikan memiliki dampak Anti-inflamasi.
Bahan ini bisa mendukung penghentian kerusakan pada pembuluh darah serta menekan inflamasi di dalam tubuh, keduanya adalah elemen utama dalam upaya mencegah serangan strok.
Berikut adalah sejumlah saran untuk membantu Anda mengenali tanda-tanda serangan strok. Jangan pernah meremehkan kondisi tersebut meskipun usia masih terbilang muda.
Memang benar bahwa gaya hidup sehat sangatlah penting, namun jika tidak dibarengi dengan asupan makanan yang seimbang serta pengetahuan tentang tanda-tanda dini penyakit, ancamannya masih tetap ada.
Rahasia melindungi diri serta orang yang disayangi dimulai dari pengenalan penyebabnya, memelihara kebiasaan makanan, dan mendukung gaya hidup bugar lewat olahraga.
***
