Internet dan Informasi
Dara Ayu Panjaitan sukses menempuh perjalanan berat demi menggapai impiannya sebagai seorang dokter.
Impian menjadi dokter telah nampak sejak duduk di bangku sekolah.
Sejak menempuh pendidikan di tingkat MI, ia telah aktif terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan bidang kesehatan yaitu sebagai dokter cilik.
Di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), ia secara aktif terlibat dalam organisasi Palang Merah Remaja (PMR).
Dara Ayu juga terkenal karena prestasinya yang luar biasa. Dia berhasil menjadi juara umum pertama pada tiap semester dari tahun sepuluh hingga dua belas.
Dara pun telah menerima gelar juara pertama dalam Lomba Ilmu Pengetahuan Madrasah di tingkat kabupaten Asahan.
Setelah lulus dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Asahan, Sumatera Utara, di tahun 2018, Dara Ayu berkeinginan untuk meneruskan studinya di Fakultas Kedokteran (FK).
Sekarang ini, situasi finansial kedua orangtuanya tengah terganggu sebab bapaknya sempat cedera parah kaki lantaran kejadian kecelakaan.
Memikirkan bahwa biaya untuk mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran cukup berat, Dara Ayu memutuskan untuk mencari beasiswa.
Pada waktu itu, kedua orang tu saya masih memberikan dukungan terhadap keinginan saya, meskipun mereka berpendapat bahwa pilihan tersebut harus tetap ada di Sumatera Utara.
“Terakhir, saya memutuskan untuk mengambil Fakultas Kedokteran di USU,” katanya.
Dia berusaha masuk Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) lewat program SNMPTN dan juga mengajukan bantuan keuangan Bidikmisi.
Pertama-tama, Dara merasa sedikit pesimis sebab SNMPTN terkenal sebagai jalan masuk yang paling sukar.
Dia pun mengamati catatan sejarah dari senior di MAN yang telah lama tak lagi memilih FK USU.
Berkat doa dari kedua orangtuanya serta semua kerja keras yang ia lakukan, pada akhirnya Dara berhasil lolos dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru SNMPTN di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) berkat beasiswa Bidikmisi.
“Ketika diberitahu bahwa saya lulus, perasaannya mirip dengan bermimpi, seolah-olah tak bisa dipercaya. Tentunya begitu tersentuh, Alhamdulillah Tuhan sudah menjawab doa-doaku,” ujarnya mengingat kembali.
Terdaftar di Fakultas Kedokteran USU, Dara merasa impiannya perlahan menjadi kenyataan.
Tetapi, ketika memulai perkuliahan, ia menemui banyak sekali hambatan yang perlu dihadapinya.
Dia perlu menyesuaikan diri dengan jadwal yang sangat sibuk sebagai seorang siswa kedokteran.
Jika terasa lelah kemungkinan besar benar, karena di semester pertama jadwalnya lumayan padat, termasuk praktikum, tutorial, kelas teori, laboratorium keahlian, ditambah dengan ujiannya yang berlangsung tiap bulan, tentu butuh waktu untuk menyesuaikan diri.
“Sementara itu, pada semester pertama telah mulai terbiasa, namun di semester ketiga justru menghadapi masa pandemi COVID-19, dan pembelajaran online tidak begitu menyenangkan menurut pendapatnya,” katanya.
Setiap tahun yang dijalani membawa beragam rintangan dan akhirnya dapat dilaluinya Dara, hal ini tak terlepas dari dorongan diri untuk menghormati kedua orang tuanya.
Dia berhasil menyelesaikan pendidikannya dan mendapatkan gelar dokternya di bulan Januari 2022.
“Syukur Alhamdulillah, satu tahapan ini telah kulewati dengan segala kesulitannya. Semua berkat dari doa kedua orang tua yang tidak henti-hentinya mendoakan putri mereka,” lanjut Dara.
Setelah berhasil mendapatkan gelar Doktor dalam Kedokteran, Dara melanjutkan dengan program Co-Assistant di Rumah Sakit Umum Universitas Sumatera Utara serta RSUP H. Adam Malik Medan yang berlangsung selama dua tahun.
Selanjutnya, Dara akan menghadapi Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), yang diselenggarakan di bulan Agustus 2024, sebagai langkah menuju pencapaian gelarnya sebagai dokter.
Dia pun dinyatakan lulus.
Pemberitahuan tentang keberhasilannya diketahui ketika itu pada bulan September tahun 2024.
“Syukur kepada Allah, saya berhasil dalam tes Oneshot. Akhirnya impian saya terwujud dan kini resmi menjadi seorang dokter,” ungkap Dara dengan rasa bersyukur.
Saat ini, Dara Ayu Panjaitan tengah menjalani Program Internship di RSUD Bekasi serta di Puskesmas Lambangsari yang berada di Kabupaten Bekasi.
===
Undangan kami berikan kepada Anda untuk ikut gabung ke Grup WhatsApp Harian Surya. Lewat grup ini, Harian Surya bakal membagi-bagikan saran artikel menarik tentang Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan tim sepak bola Persebaya dari semua wilayah yang ada di Jawa Timur.
Klik di sini
untuk untuk bergabung