News IT, MANOKWARI –
Beberapa mahasiswa dari kelompok Solidaritas Mahasiswa Peduli Kemanusiaan sedang berusaha mengumpulkan uang guna mendukung para pengungsi yang tertimpa konflik di Intan Jaya, Papua Tengah.
Tindakan tersebut terjadi di persimpangan traffic light Makalouw, Kabupaten Manokwari, Papua Barat pada hari Jumat, tanggal 23 Mei 2025.
Tribun melaporkan bahwa sejumlah mahasiswa terlihat berada di tepian jalan sambil menggendong spanduk serta poster yang mendisplaykan gambar situasi menyedihkan bagi para pengungsi dari Intan Jaya.
Beberapa orang menggendong kardus untuk menyimpan uang yang dikasihkan oleh para pengendara jalan.
Tindakan ini dimaksudkan untuk membangkitkan rasa empati warga Manokwari terhadap bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di Intan Jaya.
Pengungsiannya penduduk di Intan Jaya disebabkan oleh pertikaian terus-menerus antara pasukan TNI dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).
Sebagai akibatnya, penduduk dari kelima desa tersebut berlindung di dalam hutan sementara sebagian lagi ditempatkan di tenda-tenda darurat yang telah dipersiapkan oleh pihak pemerintah.
Salah satu dari sekian banyak mahasiswa, Yulianus Songgonau, mengungkapkan bahwa kegiatan pengumpulan dana merupakan tindakan kemanusiaan pertama yang dilaksanakan oleh kelompoknya terhadap kondisi di Intan Jaya.
“Kami akan meneruskan pengumpulan dana tersebut pekan depan, bergantung pada hasil penilaian dan keputusan pasca aksi yang dilakukan hari ini,” katanya.
Dia menyebutkan pula bahwa para pelajar mendirikan stan penggalangan dana untuk memudahkan orang yang berminat memberi sumbangan.
Tempat tersebut terletak di Kantor BEM Universitas Papua (UNIPA), yang ada di daerah Amban, Kabupaten Manokwari.
“Undangan kami kepada warga Manokwari supaya turut serta dalam mendukung saudara-saudara kita yang terdampak oleh perselisihan kemanusiaan,” ujar Yulianus.