Internet dan Informasi
– Kondisi Pecco Bagnaia serta tim Ducati Lenovo sepertinya mulai memburuk, mengingat sudah ada empat balapan yang telah dilakukan di awal MotoGP 2025.
Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, baru-baru ini mengkritik dan sedikit marah pada Pecco Bagnaia.
Davide Tardozzi menilai Pecco Bagnaia sering kali merengeh dan sedikit memanjakan diri, yang pada akhirnya membuat situasi menjadi lebih rumit di dalam kotak pit tim Ducati Lenovo.
Itu mengikuti serangkaian keluhan Bagnaia tentang sepeda motornya, Ducati, terutama masalah dengan tangkinya yang menurut dia membuatnya sulit untuk bersaing di beberapa situasi.
“Tidak ada kesesuaian antara gaya balapnya dan sepeda motornya, jadi dia tak tertarik pada opsi itu,” ujar Tardozzi dalam wawancara bersama TNT Sports, menurut laporan Paddock-GP.
“Masalah muncul bagi skuadnya,” demikian kata pria yang pernah menjadi pembalap superbike itu.
Tardozzi menekankan bahwa seharusnya Bagnaia tidak perlu khawatir tentang masalahnya sendiri, tetapi lebih baik berfokus pada cara mengelola masalah tersebut.
“Pecco seharusnya bertindak seperti seorang juara dan perlu menangani masalah tersebut,” tambah lelaki dari Italia itu.
Tambahan poin dari Tardozzi adalah bahwa Bagnaia perlu beradaptasi dan mengoptimalkan kemampuan motor miliknya.
“Satu hal yang perlu kita lakukan adalah berkolaborasi dengan dia tanpa terpaku pada masalahnya, tetapi cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Motor miliknya memiliki tenaga yang luar biasan, manfaatkan itu!” penjelasan Tardozzi.
Namun demikian, Tardozzi tetap menyatakan bahwa mereka akan berupaya sebaik mungkin untuk memperbaiki kinerja motornya Valentino Rossi.
“Dia kurang yakin dengan kemampuan pengerjaannya, dan ini menjadi tantangan terbesarnya,” jelas Davide Tardozzi.
Namun, kita telah merasakan kebahagiaan melalui hasil P2 Pecco. Dia mampu mengungkapkan kemampuan sebenarnya lagi,” tambah Tardozzi.
